Apakah Perlu Memiliki Asuransi Pendidikan untuk Anak?

Meski sekarang kebanyakan orang Indonesia sudah sadar akan pentingnya memiliki asuransi, termasuk asuransi pendidikan, namun ada saja yang masih bingung dan tak paham mengenai asuransi pendidikan. Tak usah jauh-jauh, keluarga saya sendiri masih ada yang demikian. Mereka bertanya, apa penting memilikinya? Menurutmu, jawabannya bagaimana?

Pentingkah?

Asuransi pendidikan adalah sejenis perlindungan terhadap biaya pendidikan yang bisa didapatkan anak untuk menyelesaikan pendidikannya. Untuk menerima manfaat dari asuransi ini, kamu sebagai orang tua diharuskan untuk membayar sejumlah premi sesuai dengan periode yang sudah ditentukan sejak awal.

Nantinya, ketika memasuki jenjang pendidikan tertentu, nasabah bisa mencairkan sejumlah dana dengan besaran yang telah ditentukan sesuai dengan premi dan produk asuransi yang dipilih. Terlihat sederhana, kan, penjelasannya? Namun, kalau saya mengatakan ini pada pihak keluarga, pasti saya akan diceramahi mengenai cara lain yang bisa dilakukan.

Tapi sudahlah, saya sepertinya tak membutuhkan argumen untuk mempertahankan pendapat saya. Paling penting, saya sudah menyiapkan perlindungan terbaik untuk buah hati saya yang saat ini masih duduk di bangku SD. Saya tak mau, nantinya anak saya tidak sekolah karena saya sudah tak bekerja atau malah sudah tak ada di dunia.

Saya juga tak mau memberatkan istri saya dengan membiarkannya bekerja keras memenuhi kebutuhan buah hati kami. Jadi, biarkan saja apa yang orang bilang. Mungkin lagi, kamu juga bertanya kenapa saya ngotot akan hal ini. Sebenarnya sederhana saja, saya sudah melihat manfaat dari asuransi pendidikan ini dari salah satu orang terdekat, sahabat kecil saya.

Sejak awal dia sudah paham bahwa ia tak akan hidup lama karena berbagai riwayat penyakit bawaan yang dimilikinya. Oleh sebab itu ia sadar akan apa yang harus dilakukan untuk buah hati semata wayangnya. Ia memiliki asuransi pendidikan dan asuransi jiwa untuk perlindungan terhadap keluarga.

Tatkala ia meninggal lima tahun yang lalu, anaknya masih belum sekolah. Kini, anaknya sudah duduk di bangku SD dan menjadi kakak kelas anak saya. Ia sekolah di sekolah yang oke dan sepertinya pendidikannya ke depannya juga baik. Oleh karena itu saya mencari tahu mengenai manfaat asuransi ini dan akhirnya memutuskan untuk memilikinya.

Manfaat Asuransi Kesehatan

  1. Menjamin Dana Pendidikan untuk Anak

Salah satu manfaat yang bisa dirasakan dan saya lihat dengan mata kepala sendiri adalah bisa menjamin dana pendidikan anak. Anak akan mendapatkan keamanan dan kepastian pendidikan meskipun orang tuanya meninggal dunia. Pendidikan mereka akan didanai hingga selesai.

Namun, bukan berarti dana pertanggungan hanya bisa didapat tatkala kamu terkena musibah saja. Bahkan, saat tidak terjadi musibah, dana pendidikan ini tetap bisa diambil dan akan tetap berguna. Jadi, dengan ini, orang tua tak perlu repot mencari biaya tambahan untuk pendidikan anak.

  1. Bentuk Perencanaan Pendidikan Anak

Adanya asuransi pendidikan ini juga bisa jadi bentuk perencanaan pendidikan anak. Sebab, nasabah pasti sudah tahu mau disekolahkan sampai jenjang mana anaknya dan berapa biaya yang diperlukan untuk mendapatkannya. Perencanaan ini harus saya bayar dengan premi bulanan sesuai dengan kesepakatan di awal.

  1. Memberikan Rasa Tenang

Asuransi pendidikan ini juga membuat saya lebih tenang dalam menjalani hidup. Saya tak lagi memikirkan apa yang bisa saya siapkan untuk anak dan istri saya. Apalagi, umur tak ada yang tahu. Meski saya sehat sekarang, bisa saja besok saya sudah tiada. Jika hal itu terjadi, saya sudah memberikan perlindungan terbaik untuk buah hati saya.

Rasa nyaman dan tenang itu bisa saya dapatkan karena kepastian bahwa anak saya tetap bisa terus sekolah dan mengenyam pendidikan terbaik meski saya sudah tak ada lagi nanti. Dengan begitu psikologis dan mental saja sepertinya jadi lebih baik.

Pilih yang Bersifat Tabungan, Bukan Proteksi

Meski saya memang masih baru di dunia perasuransian ini, setidaknya saya sudah tahu cukup banyak mengenai asuransi pendidikan. Salah satunya adalah jenis asuransi yang diambil. Sebenarnya, saya mengetahui ini setelah searching di berbagai tempat dan menemukan pernyataan salah satu ahli.

Menurutnya, sebaiknya orang tua memilih asuransi yang sifatnya adalah tabungan, bukan proteksi. Saya sempat bertanya-tanya kenapa harus begitu? Setelah saya cari tahu lebih jauh, ternyata alasannya sederhana saja. Asuransi bersifat tabungan bisa membuat kamu mendapat manfaat bila terjadi musibah dan tidak terjadi musibah.

Jadi, dengan asuransi ini, bila si tertanggung meninggal dunia di tengah jangka polis atau masa jangka polis belum berakhir, biaya pertanggungan akan diberikan secara penuh. Sedangkan yang sifatnya adalah proteksi, tidak. Ia hanya akan mengganti biaya bila di jangka waktu itu ada musibah. Jika tidak, tidak akan diganti.

Masuk akan menurut saya karena itu benar. Selain itu, masih menurut orang yang sama, ia menyarankan agar orang tua memiliki asuransi pendidikan di usia sedini mungkin anak. Dengan begitu, premi yang didapat akan jauh lebih murah bila membelinya di usia yang cukup besar.

Itu benar adanya, kok! Saya sudah mendapatkan kepastiannya saat membelikan asuransi pendidikan untuk dua buah hati saya. Anak yang pertama, sudah duduk di kelas dua SMP sedangkan anak kedua masih duduk di bangku awal SD. Perbedaan premi yang harus dibayarkan cukup besar di antara keduanya.

Pilih Sequis sebagai Asuransi Terbaik

Bagaimana? Apa kamu tertarik untuk memiliki asuransi pendidikan guna perlindungan terhadap anak dan dirimu? Kalau iya, salah satu yang bisa kamu pilih adalah asuransi dari Sequis. Sequis memberikan banyak sekali produk asuransi pendidikan yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan keadaan keuangan.

Beberapa produk yang bisa kamu pilih adalah TelePro Beasiswa Berjangka. EduPlan, Sequis EduPlan Insurance, Sequis EduPlan dan Sequis Global EduPlan Insurance. Semuanya memiliki kelebihan masing-masing dan memberikan perlindungan yang maksimal untuk pendidikan buah hatimu.

Di antara sekian banyak asuransi pendidikan yang disediakan oleh Sequis, saya lebih memilih menggunakan asuransi TelePro Beasiswa Berjangka saja. Kenapa asuransi ini? Sebab, ia memberikan perlindungan yang maksimal karena mengkombinasikan manfaat dana pendidikan dan perlindungan jiwa.

Keunggulan dari asuransi ini adalah saya hanya perlu bayar premi selama 8 tahun namun anak saya bisa dapat perlindungan hingga 18 tahun. Selain itu, ada 125% uang pertanggungan yang bisa didapat ahli waris bila saya meninggal dunia bukan karena kecelakaan. Sedangkan kalau kecelakaan, jumlahnya lebih besar, yakni 150%.

Tak hanya itu saja daya tarik yang dimiliki asuransi ini. Premi yang harus dibayarkan pun sangat terjangkau. Untuk mendapat semua manfaat itu, saya hanya perlu membayar Rp6.500,- saja per hari.

Bagaimana? Masih menganggap bahwa asuransi pendidikan itu tak penting? Lalu, apa yang akan kamu lakukan bila menghadapi keadaan tidak punya uang padahal anak butuh biaya pendidikan? Jangan sampai karena keegoisanmu, kamu membuat anak putus sekolah, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *